JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan. Bank Indonesia mencatat nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS sudah mendekati angka Rp14.000 atau tepatnya menembus ke level Rp13.900 per USD.
Menanggapi hal tersebut, Ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS dinilai tidak terlalu mengkhawatirkan. Meskipun pelemahan tersebut sudah mendekati angka fundamentalnya.
Baca juga: Rupiah Mendekati Rp14.000/USD, Apindo: Kita Kurang Antisipasi
"Dari sisi angka tidak, tapi yang mengkhawatirkan adalah dampak psikologisnya terhadap tanggapan market," ujarnya dalam sebuah diskusi di Hong Kong Cafe, Jakarta, Selasa (24/4/2018).
Menurutnya, yang harus dikhawatirkan oleh Bank Indonesia adalah psikologis dari pasar. Karena, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS memang menimbulkan gangguan psikologis pasar yang bisa membuat perekonomian Indonesia sedikit terganggu.
"Dampak psikologisnya itu kan bagaimana dampaknya bagi market. Kalo marketnya panik maka itu yang bahaya. Kalau Rp14.000 per USD-nya no problem. Karena sebenarnya kenaikan sangat kecil sebenarnya kalau dibandingkan dengan Rp13.800 per USD," ucapnya.
Baca juga: Menko Darmin: Pelemahan Rupiah Berdampak ke Inflasi
Oleh karena itu lanjut Piter, Bank Indonesia perlu melakukan upaya-upaya agar psikologis pasar tidak terganggu. Karena jika berdasarkan hal teknis, dirinya memiliki keyakinan jika Bank Indonesia akan mampu menahan nilai tukar rupiah agar tidak terus melemah.
"Saya yakini BI berusaha untuk menahan tidak lewat dari Rp14.000. Itu yang dilakukan Bank Indonesia dalam Minggu Minggu ini. BI akan melakukan segala upaya dengan intervensi untuk mencegah agar tidak melewati Rp14.000," jelasnya.
Bahkan, dirinya sangat yakin jika The Fed menaikan atau menahan suku bunga acuan Rupiah tidak akan mengalami pelemahan secara signifikan. Sehingga tinggal bagaimana Bank Indonesia bisa meyakinkan pasar agar tidak panik meskipun Rupiah melemah.
Baca juga: Investor Asing Tunggu Rupiah Kembali ke Level Rp13.000-Rp13.500
"Setelah pada Minggu ini, BI akan berusaha menarik nilai tukar disekitar Rp13.800 . Sehingga itu menimbulkan keyakinan bahwa Bank Indonesia ada dipasar. Sehingga bulan depan menjelang The Fed memutuskan akan menaikan atau menahan suku bunga pasar sudah tidak panik lagi," kata Piter.
Apalagi lanjut Piter, saat ini cadangan devisa Indonesia jauh diatas kebutuhan yakni USD130 miliar. Sehingga jikalau Bank Indonesia menggelontorkan USD20 Miliar maka kurs rupiah bisa kembali normal dan cadangan devisa pun tidak akan terganggu.
"Cadangan Devisa kita sekarang ini sudah jauh sekali di atas tren selama ini. Kita punya cadev diatas USD130 miliar ini yang tertinggi. Ini jauh di atas kebutuhan kita. Jadi misalkan seandainya berkurang USD20 miliar pun sebenarnya no problem," tegasnya.
(rzy)
Baca Di sini https://economy.okezone.com/read/2018/04/24/278/1890923/rupiah-dekati-rp14-000-usd-waspadai-psikologis-market
No comments:
Post a Comment