Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Wednesday, February 13, 2019

Tiket Pesawat Mahal, Pemerintah Bela Rakyat atau Maskapai? - detikFinance

Jakarta -

Harga tiket pesawat masih mahal. Padahal, sebelumnya sejumlah maskapai penerbangan sepakat untuk menurunkan tarif tiket pesawat.

Lantas, bagaimana sebenarnya sikap pemerintah sebagai regulator mengenai mahalnya harga tiket pesawat ini. Pemerintah bela masyarakat atau maskapai?

"Balance (seimbang). Jadi kita pikirkan semuanya. Airlines dipikirkan, tapi masyarakat juga," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Istana negara, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Walau begitu, kata Budi Karya, pemerintah tetap mengimbau agar maskapai bisa menurunkan harga tiket pesawat. Maskapai diimbau segera menurunkan harga tiketnya pada pekan ini.


"Ya diusahakan (turun) minggu ini," jelasnya.

Namun, Budi Karya tak bisa merinci besaran penurunan harga tiket nantinya. Sebab, perhitungan harga tiket dilakukan oleh pihak perusahaan, dalam hal ini maskapai.

"Ini korporasi, kita nggak boleh intervensi. Biar mereka yang kalkulasi," tuturnya.

(fdl/fdl)

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4426444/tiket-pesawat-mahal-pemerintah-bela-rakyat-atau-maskapai

Menhub Minta Garuda Naikkan Harga Tiket Pesawat secara Wajar - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Garuda Indonesia menetapkan harga tiket pesawat yang masuk akal.

Hal tersebut diungkapkan Budi menyusul banyak keluhan dari masyarakat yang mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat.

"Kita minta semacam policy-lah dari Garuda untuk menaikkan (tarif) dalam jumlah yang reasonable," ujar Budi di kantornya, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Budi meminta kenaikan harga tiket pesawat harus mempertimbangkan daya beli masyarakat sehingga kenaikan tarif tak akan membebani masyarakat.

"(Harus) sesuai dengan affordability masyarakat," kata Budi.

Sebelumnya diberitakan, masyarakat Aceh lebih memilih berangkat ke Jakarta via Kuala Lumpur karena harga tiket langsung Aceh-Jakarta terbilang mahal.

Kompas.com mencoba membandingkan harga tiket, seperti pada Minggu (13/1/2019),  penerbangan dari Banda Aceh menggunakan maskapai AirAsia pukul 11.10 via Kuala Lumpur dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 19.30 hanya Rp 716.800.

Bandingkan penerbangan dengan jam yang sama menggunakan maskapai Lion Air dari Banda Aceh pukul 06.00 via Bandara Kualanamu, Medan, dan seterusnya menggunakan maskapai Batik Air dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pukul 12.20 dengan harga Rp 3.012.800. 


Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini https://ekonomi.kompas.com/read/2019/02/13/135813726/menhub-minta-garuda-naikkan-harga-tiket-pesawat-secara-wajar

Tuesday, February 12, 2019

Belum Satu Bulan, Pemesan Xenia Tembus 3.726 Unit - Kompas.com - KOMPAS.com

SIBOLGA, KOMPAS.com - Belum genap satu bulan sejak diluncurkan pada 15 Januari 2019, pencapaian Daihatsu Xenia baru sudah mengalami tren positif. Hingga 11 Februari 2019, angka surat pemesanan kendaraannya (SPK) sudah mencapai 3.726 unit.

Jumlah tersebut, menurut Marketing & CR Division Head PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation (DSO) Hendrayadi Lastiyoso, telah melebihi ekpektasi target yang ditetapkan saat awal peluncuran.

"Target kita adalah 3.000 unit, ini belum satu bulan angkanya sudah 3.726 unit. Artinya tantangan kita sudah bisa dilalui, mudah-mudahan bisa semakin besar," ucap Hendrayadi kepada media di Sibolga, Sumatera Utara, Selasa (12/2/2019).

Baca juga: Kata Daihatsu, Xenia 1.5 Bukan Lawan Mitsubishi Xpander

Hendrayadi menjelaskan bila pencapaian per tanggal 11 Februari masih bisa mengalami peningkatan. Hal ini meninggat masih ada sisa waktu empat hari sebelum tanggal 15 Februari atau genap satu bulan Xenia baru meluncur.

Test drive Xenia 1.5L di Sibolga, Sumatera Utara Test drive Xenia 1.5L di Sibolga, Sumatera Utara

Dari total SPK 3.726 unit tersebut, 63 persen kontribusinya didominasi oleh Xenia varian 1.3 R. Sementara untuk peringkat kedua ditempati model 1.3 X dengan pencapaian 28 persen, dan sembilan persen lainnya disumbang oleh Xenia 1.500 cc.

"Untuk Xenia 1.500 cc, pencapaian 335 unit. Secara target unit, kita sudah bisa melewati dari yang ditetapkan saat awal (300 unit). Komposisinya, 65 persen manual dan 35 persen otomatis," kata Hendrayadi.

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini https://otomotif.kompas.com/read/2019/02/13/070200615/belum-satu-bulan-pemesan-xenia-tembus-3.726-unit

Menhub Budi Soal Tiket Pesawat: Kalau Mau Naik 15 Persen Saja - CNN Indonesia

Palembang, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta maskapai penerbangan untuk tidak terlalu tinggi menaikkan tarif tiket pesawat. Pasalnya, hal itu bisa mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan domestik dan pendapatan pelaku usaha kecil dan mikro (UKM).

"Tarif tiket naik karena memang disebabkan oleh harga avtur. Kalau pun mesti naik, ya hanya 10 persen hingga 15 persen saja," kata Budi saat melawat ke Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (12/2).

Budi mengimbau agar maskapai memberikan tarif yang lebih rendah. Sebagai regulator, ia berujar, pemerintah tidak bisa melakukan intervensi karena tarif tiket merupakan kewenangan dari perusahaan itu sendiri.


"Presiden pun sudah turun tangan untuk ini. Dua opsi untuk Pertamina,presiden mendatangkan kompetitor Pertamina, atau Pertamina memberikan harga avtur yang baik bagi maskapai. Nanti presiden akan memanggil Pertamina dan maskapai untuk bahas tarif tiket. Kita tunggu saja hasilnya," ujar Budi.

Sebelumnya diberitakan, Presiden RI Joko Widodo akan memanggil Pertamina terkait dugaan monopoli penjualan avtur yang menyebabkan naiknya tarif tiket. (idz/lav)

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190212213744-92-368693/menhub-budi-soal-tiket-pesawat-kalau-mau-naik-15-persen-saja

Ini Saran INDEF Agar Harga Tiket Pesawat Bisa Ditekan - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Mahalnya harga tiket pesawat dikeluhkan masyarakat belakangan ini.

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance ( Indef), Abra Talattof memberikan saran bagi pemerintah agar harga tiket pesawat tak membebani masyarakat. Salah satunya dengan mengurangi pajak pertambahan nilai (PPN) bagi Pertamina saat menjual avtur.

"Pertama, mengkaji mengurangi PPN avtur. Jadi pajak pertamabahan avtur di Indonesia 10 persen. Di Singapura 7 persen. Kira-kira bisa enggak Menkeu memberi stimulus untuk PPN avtur dikurangi, minimal kompetitif dengan negara tetangga, supaya hafa avturnya bisa lebih murah," ujar Abra saat dihubungi Kompas.com, Selasa (12/2/2019).

Kedua, lanjut Abra, pemerintah juga perlu mengurangi biaya yang dikenakan otoritas bandara kepada Pertamina saat menjual avtur.

"Pungutan itu menyebabkan ada tambahan ongkos buat Pertamina. Di negara lain informasi yang saya dapat itu enggak ada. Solusinya duduk bersama antara stakeholder kira2 ruang mana yang masih dimungkinkan untuk jadi jalan keluarnya," kata Abra.

Untuk solusi jangka panjangnya, kata Abra, Pertamina harus mengurangi ketergantungan impor minyak. Sebab, saat ini Pertamina, kata dia, harus mengimpor 40 persen minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan avtur dalam negeri.

Untuk mengurangi Impor, lanjut Abra, perlu dibangun kilang pengelolaan munyak yang berbasis green energi. Diharapkan, hal tersebut bisa mengurangi impor Pertamina.

"Misalnya dengan minyak kelapa sawit. Supaya impor avtur kita menyusut dan pada akhirnya kita bisa menyediakan harga avtur lebih murah lagi. Poinnya jangan terus merongrong Pertamina," ucap dia.

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini https://ekonomi.kompas.com/read/2019/02/13/060627526/ini-saran-indef-agar-harga-tiket-pesawat-bisa-ditekan

Wapres Jusuf Kalla: Kalau Merasa Tol Mahal, Lewat Jalan Biasa Saja - Tribunnews

TRIBUNNEWS.COM,  JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai perusahaan logistik dan masyarakat tidak dirugikan dengan berbayarnya tol Trans Jawa saat ini.

Menurut Kalla, tol Trans Jawa merupakan alternatif baru bagi masyarakat sehingga sifatnya pilihan.

Jika dirasa bertarif mahal, masyarakat bisa menggunakan jalan nontol.

Hal itu disampaikan Kalla menanggapi penurunan jumlah kendaraan pribadi dan logistik yang melintasi jalan bebas hambatan tersebut.

"Saya pikir (mereka) tidak merasa dirugikan, karena seluruh sistem jalan tol itu ada alternatifnya. Kalau Anda merasa mahal, ya lewat jalan biasa. Pantura kan tidak ditutup kan, tetap jalan, tetapi kalau merasa mahal ya kembali ke jalan biasa," ujar Kala di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Baca: Mendagri Panggil Wali Kota Semarang Karena Larang Warga Pakai Jalan Tol Jika Tak Dukung Jokowi

Kalla mengakui, tarif tol Trans Jawa bagi pengguna kendaraan pribadi bisa dirasa berat.

Namun, bagi kendaraan umum seperti bus, harga yang ditetapkan masih bisa dirasa mudah sebab dibebankan ke penumpang.

Ia pun menilai besaran tarif tol Trans Jawa saat ini sudah sebanding dengan nilai investasinya.

"Tergantung mau pilih yang mana. Mau pilih murah atau mau pilih cepat? Semua ada harganya. Kalau mau pilih cepat ya kan mungkin 8 jam bisa sampai Surabaya, tapi kalau mau pakai jalan biasa mungkin butuh 12 jam," lanjut dia.

Diberitakan, setelah sebulan dibuka gratis, tujuh ruas Tol Trans-Jawa yang baru diresmikan pada 20 Desember 2018 akhirnya dioperasikan bertarif.

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini http://www.tribunnews.com/nasional/2019/02/13/wapres-jusuf-kalla-kalau-merasa-tol-mahal-lewat-jalan-biasa-saja

Presiden Jokowi Kaget Harga Tiket Pesawat Mahal, Rizal Ramli: Gampang Kaget Deh - Serambi Indonesia

SERAMBINEWS.COM - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Rizal Ramli menyindir Presiden Jokowi.

Hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitternya @RamliRizal pada Selasa (12/2/19).

Mulanya seorang netizen meminta tanggapan Rizal Ramli terkait reaksi kaget Jokowi saat mendapatkan laporan bahwa harga tiket pesawat melambung tinggi.

Baca: Jadi Ancaman Bagi Pariwisata dalam Negeri, Ini Dampak Naiknya Harga Tiket Pesawat & Bagasi Berbayar

"Aduhhhh pak said didu atau pak rizal ramli mohon Bantu kamii tentang Masalah "Kaget" yang sering kali diucapkan pak presiden kita pak...@saididu @RamliRizal pliss banti kami pak," tulis akun @agung_scabarum.

Lantas Rizal Ramli memberi tanggapan bahwa seseorang sering terkaget-kaget lantaran tidak biasa memperkirakan apa yang terjadi.

"Seseorang sering ter-kaget2 karena tidak terbiasa memperkiran apa yg terjadi (melakukan simulasi) dan/atau sistem disekellingnya ABS (Asal Bapak Senang).. Gampang kaget deh," tulisnya.

Diketahui sebelumnya,presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kaget dengan harga tiket maskapai penerbangan nasional mengalami kenaikan signifikan.

Baca: Pelaku Wisata Batam Gelar Aksi Keprihatinan, Terimbas Mahalnya Tiket Pesawat dan Bagasi Berbayar

Hal tersebut disampaikan Jokowi setelah mendapatkan keluhan dari Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani terkait mahalnya harga tiket pesawat dalam acara Gala Dinner 50 Tahun PHRI di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (11/2/2019).

"Berkaitan dengan harga tiket pesawat, saya terus terang kaget," ujar Jokowi.

Mahalnya harga tiket maskapai nasional, seperti Garuda Indonesia karena harga avtur yang dijual Pertamina lebih mahal dari harga internasional.

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini http://aceh.tribunnews.com/2019/02/13/presiden-jokowi-kaget-harga-tiket-pesawat-mahal-rizal-ramli-gampang-kaget-deh

INDEF: Menurunkan Harga Avtur Akan Membebani Pertamina - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra Talattof menilai permintaan pemerintah kepada Pertamina untuk menurunkan harga avtur akan menjadi bom waktu.

Sebab, jika harga avtur dipangkas dikhawatirkan akan mengganggu kinerja keuangan perusahaan minyak dan gas plat merah itu.

"Ini enggak bagus, kayak bom waktu. Pertama akan terus merongrong Pertamina, membebani Pertamina di tengah tekanan yang dihadapi pertamina saat ini," ujar Abra saat dihubungi Kompas.com, Selasa (12/2/2019).

Menurut dia, penurunan harga avtur hanya akan menjadi solusi jangka pendek bagi masalah harga tiket pesawat terbang yang dianggap terlalu mahal. Sebab, kata Abra, biaya operasional maskapai tak hanya berasal dari harga bahan bakar saja.

"Masih ada komponen lain yang lebih besar, yaitu biaya perawatan, leasing pesawat. Saya pikir kalau solusi menurunkan harga tiket pesawat itu bukan hanya karena harga avtur, tapi juga dari yang lain, dari pengadaan pesawat dan maintenance," kata Abra

"Kalau pemerintah harus cari solusi, solusinya harus bersifat komprehensif dan tidak membebani satu pihak saja," sambungnya.

Abra menambahkan, laba Pertamina di Kuartal III 2018 telah merosot drastis ketimbang 2017 lalu. Jika Pertamina harus menurunkan harga avtur dikhawatirkan akan makin memperburuk keuangannya.

"Tahun lalu di kuartal III laba pertamina merosot jadi Rp 5 triliun. Merosot 81 persen ketimbang 2017 dengan menanggung berbagai macam kebijakan pemerintah. Jika ditambah ini, saya pikir Pertamina jangan dijadikan kambing hitam, menjadi sasak tinju. Pertamina sebagai aset strategis milik bangsa. Kita harus lihat jangka panjang, seharusnya kita support pertamina bisa tumbuh lebih berkembang lagi," ucap dia.

Mengenai peryataan Presiden Joko Widodo yang menyebut saat ini laba Pertamina sebanyak Rp 20 triliun, Abra menilai hal tersebut karena dipengaruhi suatu faktor. Namun, faktor yang mendorong peningkatan laba itu belum bisa dikonfirmasi kebenaranya.

"Ini dugaan awal, laba pertamina tiba-tiba melonjak karena memang pemerintah punya tunggakan subsidi selama 4 tahun dari 2015. Baru dibayar sekarang, jadi subsidi dibayar, laba pertamina melonjak," ujar Abra.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo akan memanggil Direktur Utama PT Pertamina setelah mendengar keluhan pengusaha hotel terkait mahalnya harga avtur yang berakibat pada tingginya harga tiket pesawat dan sepinya kamar-kamar hotel di daerah.

"Berkaitan dengan harga tiket pesawat, saya terus terang juga kaget. Dan malam hari ini saya juga baru tahu dari Pak Chairul Tanjung. Mengenai avtur, ternyata avtur yang dijual di Soekarno-Hatta itu domonopoli oleh Pertamina," ujar Jokowi saat menghadiri perayaan HUT Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Ia menyadari monopoli avtur oleh Pertamina mengakibatkan tingginya bahan bakar pesawat itu. Karena itu, ia berencana memberi dua pilihan kepada Pertamina, yakni menurunkan harga atau mengizinkan perusahaan minyak lain untuk menjual avtur.

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini https://ekonomi.kompas.com/read/2019/02/12/213800526/indef--menurunkan-harga-avtur-akan-membebani-pertamina

Wapres Kalla: Kalau Merasa Tol Mahal, Lewat Jalan Biasa - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai perusahaan logistik dan masyarakat tidak dirugikan dengan berbayarnya tol Trans Jawa saat ini. Menurut Kalla, tol Trans Jawa merupakan alternatif baru bagi masyarakat sehingga sifatnya pilihan.

Jika dirasa bertarif mahal, masyarakat bisa menggunakan jalan nontol. 

Hal itu disampaikan Kalla menanggapi penurunan jumlah kendaraan pribadi dan logistik yang melintasi jalan bebas hambatan tersebut.

"Saya pikir (mereka) tidak merasa dirugikan, karena seluruh sistem jalan tol itu ada alternatifnya. Kalau Anda merasa mahal, ya lewat jalan biasa. Pantura kan tidak ditutup kan, tetap jalan, tetapi kalau merasa mahal ya kembali ke jalan biasa," ujar Kala di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Baca juga: Jokowi: Empat Tahun, 782 Kilometer Jalan Tol Terbangun

Kalla mengakui, tarif tol Trans Jawa bagi pengguna kendaraan pribadi bisa dirasa berat. Namun, bagi kendaraan umum seperti bus, harga yang ditetapkan masih bisa dirasa mudah sebab dibebankan ke penumpang.

Ia pun menilai besaran tarif tol Trans Jawa saat ini sudah sebanding dengan nilai investasinya.

"Tergantung mau pilih yang mana. Mau pilih murah atau mau pilih cepat? Semua ada harganya. Kalau mau pilih cepat ya kan mungkin 8 jam bisa sampai Surabaya, tapi kalau mau pakai jalan biasa mungkin butuh 12 jam," lanjut dia.

Diberitakan, setelah sebulan dibuka gratis, tujuh ruas Tol Trans-Jawa yang baru diresmikan pada 20 Desember 2018 akhirnya dioperasikan bertarif.

Namun, pengenaan tarif ini membuat jumlah kendaraan yang melintasi jalan bebas hambatan tersebut menurun.

Direktur Operasi II PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur mengatakan, penurunan terjadi tak hanya di jumlah kendaraan golongan I atau kendaraan pribadi, tapi juga kendaraan logistik.

Baca juga: Sejak Bertarif, Jumlah Pengguna Tol Trans-Jawa Turun

"Golongan I turun hampir sekitar 2 persen, kemudian non-golongan I turun 4,7 persen. Itu wajar karena tadinya gratis," kata Subakti di kantornya, Senin (11/2/2019).

Soal tarif yang dinilai terlalu mahal, menurut dia, tarif yang berlaku saat ini jauh lebih murah dibandingkan dengan tarif yang diusulkan, seperti tarif Tol Semarang-Batang.

"Berdasarkan investasinya, (usulan tarif) Rp 1.500 per kilometer. Kami tetapkan Rp 1.000 per kilometer. Itu golongan I, ya. Itu artinya pemakai jalan sudah diuntungkan," ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini https://nasional.kompas.com/read/2019/02/12/20095251/wapres-kalla-kalau-merasa-tol-mahal-lewat-jalan-biasa

Soal Trans Jawa, JK: Kalau Merasa Mahal, Lewat Jalan Biasa Saja - detikFinance

Jakarta - Walau memotong waktu tempuh dengan signifikan, Tol Trans Jawa disebut mahal oleh sejumlah kalangan. Salah satunya oleh para sopir truk yang ogah masuk jalan bebas hambatan itu.

Menanggapi itu, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengimbau agar masyarakat lewat jalan biasa jika merasa kemahalan.

"Sama karena investasinya terlalu mahal. Tapi kalau itu jangka jauh. Ini jangka pendek lah. Kan ada tripnya, kalau tidak mau merasa mahal, (lewat) jalan biasa saja," kata JK di Kantor Wapres, Selasa (12/2/2019).

Orang nomor dua di Indonesia ini menjelaskan, setiap jalan tol Trans Jawa juga memiliki jalan alternatifnya. Sehingga, hal itu menjadi pilihan bagi para pengendara mobil.
"Kalau anda merasa mahal ya lewat jalan biasa. Pantura kan tidak ditutupkan tetap jalan. Jadi kalau memang merasa mahal ya kembali ke jalan biasa," ujar dia.

Sebelumnya, sopir truk yang kebanyakan borongan, ternyata sebagian besar tidak diberikan alokasi khusus tol dari perusahaan logistiknya. Jika lewat tol, maka mereka tak bisa mengantongi uang lebih.

Hal itu pun diakui oleh perusahaan logistik. Mereka juga beralasan dari perusahaan pengguna jasa logistik yang juga enggan memberikan lebih untuk tarif tol.

"Pengiriman itu borongan si pengguna atau pabrik, dia nggak mau tahu. Misalnya ke Surabaya berapa hari, biayanya segini, ya sudah teken. Terus perusahaan logistik juga borongan lagi ke sopirnya. Si sopirnya dia bisa manage sendiri, kalau nggak lewat tol dia bisa dapat lebih," kata Sekjen Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) M. Akbar Djohan beberapa waktu lalu.

(hek/fdl)

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini https://finance.detik.com/infrastruktur/d-4425295/soal-trans-jawa-jk-kalau-merasa-mahal-lewat-jalan-biasa-saja

Luhut: Avtur Memang Ada Monopoli dari Pertamina - detikFinance

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan membenarkan jika PT Pertamina (Persero) telah melakukan monopoli harga avtur di Bandara.

Menurut Luhut, persoalan mahalnya harga avtur juga sudah menjadi persoalan yang lama yang harus segera diselesaikan.

"Avtur ini kan kasus lama itu, sudah berapa tahun itu, jadi memang ya ada monopoli dari Pertamina di lapangan terbang," kata Luhut di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (12/2/2019).


Agar tidak terjadi monopoli, kata Luhut, salah satunya ada membuat operator penjual Avtur selain Pertamina di Bandara. Hanya saja, kata Luhut, perlu juga dihitung ulang terkait dengan tugas Pertamina menyediakan bahan bakar minyak di seluruh bandara di Indonesia.

"Kalau nggak dicari jalan keluar ya repot juga, tapi jangan serta merta kita bandingkan dengan Singapura ya nggak adil juga. Singapura cuman satu wilayah. Kita banyak wilayah," ungkap dia.

Lebih lanjut Luhut mengungkapkan, pemerintah akan mencarikan jalan keluar bagi badan usaha yang ingin menjadi pesaing Pertamina di sektor avtur.

"Nanti deh dicari jalan keluarnya. Presiden tuh nggak mau monopoli. Tadi BUMN juga dibilangin, supaya nggak BUMN saja yang kerja," ungkap dia.

(hek/fdl)

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini https://finance.detik.com/energi/d-4425157/luhut-avtur-memang-ada-monopoli-dari-pertamina

Luhut: Avtur Memang Ada Monopoli dari Pertamina - detikFinance

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan membenarkan jika PT Pertamina (Persero) telah melakukan monopoli harga avtur di Bandara.

Menurut Luhut, persoalan mahalnya harga avtur juga sudah menjadi persoalan yang lama yang harus segera diselesaikan.

"Avtur ini kan kasus lama itu, sudah berapa tahun itu, jadi memang ya ada monopoli dari Pertamina di lapangan terbang," kata Luhut di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (12/2/2019).


Agar tidak terjadi monopoli, kata Luhut, salah satunya ada membuat operator penjual Avtur selain Pertamina di Bandara. Hanya saja, kata Luhut, perlu juga dihitung ulang terkait dengan tugas Pertamina menyediakan bahan bakar minyak di seluruh bandara di Indonesia.

"Kalau nggak dicari jalan keluar ya repot juga, tapi jangan serta merta kita bandingkan dengan Singapura ya nggak adil juga. Singapura cuman satu wilayah. Kita banyak wilayah," ungkap dia.

Lebih lanjut Luhut mengungkapkan, pemerintah akan mencarikan jalan keluar bagi badan usaha yang ingin menjadi pesaing Pertamina di sektor avtur.

"Nanti deh dicari jalan keluarnya. Presiden tuh nggak mau monopoli. Tadi BUMN juga dibilangin, supaya nggak BUMN saja yang kerja," ungkap dia.

(hek/fdl)

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini https://finance.detik.com/energi/d-4425157/luhut-avtur-memang-ada-monopoli-dari-pertamina

Ini Perbandingan Harga Avtur di Bandara-bandara RI - detikFinance

Jakarta - Harga avtur di Bandara Soekarno Hatta lebih mahal dibandingkan yang dijual di Bandara Internasional Changi, Singapura. Perbedaannya bisa mencapai 10%. Bagaimana perbandingan harga avtur di bandara di dalam negeri?

Mengutip laman Pertamina Aviation, Selasa (12/2/2019), harga avtur di Bandara Soetta sebesar Rp 8.210 per liter. Harga tersebut sudah termasuk biaya antar.

Selanjutnya, di Bandara Internasional Kualanamu, avtur dijual Rp 9.320 per liter. Harga avtur di Bandara Sultan Iskandar Muda dijual Rp 9.550 per liter oleh Pertamina.


Beralih ke barat Sumatera, harga avtur dijual Rp 9.550 per liter di Bandara Internasional Minangkabau. Kemudian di Bandara Hang nadim Batam, avtur dijual Rp 9.310 per liter dan Rp 9.700 per liter di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Bergeser ke pulau Jawa, harga avtur di Bandara Achmad Yani, Semarang Rp 9.350 per liter kemudian di Bandara Juanda, Surabaya Rp 8.880 per liter. Kemudian di Bandara Supadio, Pontianak avtur dijual Rp 9.850 per liter dan di Bandara Sepinggan, Balikpapan Rp 9.280 per liter.


Selanjutnya, di Bandara Hasanuddin, Makassar avtur dijual Rp 9.550 per liter dan di Bandara Sam Ratulangi, Manado Rp 10.100 per liter. Sedangkan di Bandara Domine Eduard Osok, Sorong avtur dijual Rp 11.080 per liter. (ara/zlf)

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini https://finance.detik.com/energi/d-4424592/ini-perbandingan-harga-avtur-di-bandara-bandara-ri

Jenuh Beli, Credit Suisse Pangkas Rekomendasi Saham Indonesia - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan sekuritas global Credit Suisse menurunkan rekomendasi terhadap pasar saham Indonesia menjadi 10% underweight (mengurangi bobot) dari sebelumnya 20% overweight (menambah bobot) karena penguatan signifikan pasar saham domestik sejak Mei 2018.

Penurunan rekomendasi tersebut menjadi faktor yang dianggap pelaku pasar sebagai penyebab penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sejak pagi hari ini, Selasa (12/2/2019), hingga penutupan siang.

Pada sesi I, IHSG minus hingga 1,05% di level 6.426,67 dan secara year to date, IHSG sudah naik 3,75%.

Dalam risetnya kemarin (11/2/2019), Analis Credit Suisse Alexander Redman dan Arun Sai menilai terjadi penguatan indeks MSCI Indonesia US Dollar sebesar 34% di atas indeks MSCI Emerging Market (EM) sejak pertengahan Mei 2018.

"Saat ini kami melihat ada kesempatan untuk menurunkan eksposur ke aset di Indonesia sebelum pasar memasuki fase underperformance karena enam alasan," ujar Redman dalam risetnya.

Beberapa alasan Credit Suisse menurunkan rekomendasi atas pasar saham Indonesia di antaranya:

  • Penguatan rupiah sudah cukup signifikan sehingga sudah jenuh beli (overbought),
  • Secara siklus, pada 2019 Credit Suisse juga berkomitmen untuk Asia Utara, yang secara inkonsisten dengan rekomendasi overweight pada pasar saham Indonesia.
  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat tergantung dari revisi penurunan target yang besar.
  • Mengetatnya likuiditas akan membatasi pertumbuhan aset perbankan sedangkan profitabilitas sektor perbankan diprediksi akan stagnan dan valuasinya masih mahal.
  • Saham Indonesia sedang ditransaksikan pada valuasi premium yang sudah tidak menarik (sudah mahal).
  • Pasar saham Indonesia sudah jenuh beli (overbought) dan jenuh dimiliki (over-owned) dibanding posisinya secara historis.
TIM RISET CNBC INDONESIA

(tas)

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini https://www.cnbcindonesia.com/market/20190212130030-17-55033/jenuh-beli-credit-suisse-pangkas-rekomendasi-saham-indonesia

Monday, February 11, 2019

Jokowi Pastikan Banyak Perusahaan Minyak Berminat Jual Avtur di Indonesia - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo mengatakan, banyak perusahaan minyak yang berminat menjual avtur di Indonesia.

Hal itu disampaikan Jokowi menanggapi mahalnya harga avtur yang dijual Pertamina sehingga mengakibatkan tingginya harga tiket pesawat.

"Banyak kalau yang mau, antre, saya pastikan. Walaupun saya belum tahu, saya pastikan antre," kata Jokowi seusai menghadiri acara perayaan HUT Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Baca juga: Harga Avtur Mahal, Jokowi Akan Panggil Dirut Pertamina

Ia menambahkan, harga avtur yang dijual Pertamina di Indonesia lebih mahal 30 persen jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

Karena itu, kata Jokowi, hal tersebut harus dihentikan agar tiket pesawat bisa lebih kompetitif harganya.

"Karena harga avtur itu menyangkut 40 persen dari cost yang ada di tiket pesawat. Besok saya panggil aja (Direktur Utama Pertamina)," lanjut Jokowi.

Baca juga: Dirut Pertamina: Kami Tidak Bisa Sembarangan Mengubah Harga Avtur

Nantinya, ia akan memberikan dua pilihan kepada Pertamina, yakni menurunkan harga avtur atau mengizinkan perusahaan minyak lain untuk menjual avtur agar tak dimonopoli.

Ia pun memastikan kebijakan BBM satu harga di Papua tak akan terganggu jika Pertamina menurunkan harga avtur.

"Pertamina kemarin laporan lisan kepada saya, untungnya sudah di atas Rp 20 triliun kok," lanjut Jokowi.

Baca juga: INACA: Avtur Penerbangan Internasional Lebih Murah Ketimbang Domestik

Jokowi sebelumnya berencana memanggil Direktur Utama PT Pertamina setelah mendengar soal keluhan pengusaha hotel terkait mahalnya harga avtur yang berakibat pada tingginya harga tiket pesawat dan sepinya kamar-kamar hotel di daerah.

"Berkaitan dengan harga tiket pesawat. Saya terus terang juga kaget. Dan malam hari ini saya juga baru tahu dari Pak Chairul Tanjung. Mengenai avtur, ternyata avtur yang dijual di Soekarno-Hatta itu dimonopoli oleh Pertamina," ujar Jokowi saat menghadiri perayaan HUT Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (11/2/2019).

"Sehingga besok pagi saya akan undang Dirut Pertamina," lanjut Jokowi.

Baca juga: INACA: Harga Avtur Jadi Faktor Utama Kenaikan Harga Tiket Pesawat

Sebelumnya, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani, mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat yang menyebabkam sepinya kamar-kamar hotel di Indonesia.

Ia mengatakan kenaikan harga tiket pesawat hingga 40 persen menyebabkan berkurangnya minat masyarakat untuk berlibur di dalam negeri. Akibatnya, menurut dia, masyarakat lebih memilih berlibur ke luar negeri sebab harga tiketnya lebih murah.

Hariyadi mengatakan salah satu penyebab melambungnya harga tiket pesawat ialah harga avtur yang ditinggi akibat dimonopoli Pertamina.

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini https://nasional.kompas.com/read/2019/02/12/09270991/jokowi-pastikan-banyak-perusahaan-minyak-berminat-jual-avtur-di-indonesia

Pernyataan Lengkap Jokowi Soal Monopoli Avtur Pertamina - detikFinance

Jakarta - Harga avtur disebut-sebut sebagai biang keladi tingginya tarif pesawat. Imbas dari mahalnya harga tiket pesawat sudah melebar ke mana-mana, sampai ke industri hotel dan kuliner.

Selama ini penjualan avtur dikuasai oleh PT Pertamina (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengatur BBM di Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai harga avtur selama ini terlalu mahal dibanding negara lain dan dimonopoli perusahaan pelat merah itu

Jokowi harga bahan bakar pesawat ini jadi lebih kompetitif. Salah satu caranya dengan mengajak swasta untuk ikut memasok avtur.
Berikut pernyataan lengkap Jokowi terkait harga avtur yang disampaikan Jokowi saat Gala Dinner Peringatan HUT ke-50 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Grand Sahid Jakarta, Senin (11/2/2019) malam:

Tadi kan saya sudah jelaskan, karena monopoli harganya jadi tidak kompetitif. Bandingkan harga avtur di situ dengan yang di dekat-dekat kita. Terpaut kurang lebih 30-an persen dan itu yang harus dibenahi. Sehingga kalau nanti harganya sama dengan negara lain, ada yang namanya daya saing, ada competitiveness. Kalau ini terus-terusan ya nanti pengaruhnya ke harga tiket pesawat.

Karena, harga avtur itu menyangkut 40% dari cost yang ada di tiket pesawat. Besok saya panggil saja.

Pertamina juga tanggung beban kan, Pak?
Ah, Pertamina kemarin laporan lisan ke saya untungnya di atas Rp 20 triliun kok.

Ada yang mau masuk memangnya (untuk pasok avtur)?
Loh banyak yang mau, ngantrilah. Saya pastikan ngantri.

Ini upaya agar tiket murah?
Bukan, semuanya. Ini kompetisi, kalau ada kompetisi kalau ada persaingan yang sehat pasti akan ada efisiensi di cost yang ada, larinya ke situ.

(ang/ang)

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini https://finance.detik.com/energi/d-4424118/pernyataan-lengkap-jokowi-soal-monopoli-avtur-pertamina

Bakal Naikkan Tarif 15 Ruas Tol, Bagaimana Rekomendasi Saham Jasa Marga? - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) berencana akan melakukan penyesuaian tarif harga tol untuk 15 ruas jalan tol pada tahun ini. Adapun 15 tol proyek Jasa Marga yang akan melakukan penyesuaian tarif adalah Makassar Seksi IV, Gempol-Pandaan, Cikampek-Palimanan, Bali Mandara (Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa).

Kemudian Tol Dalam Kota Jakarta, Surabaya-Gempol, Palimanan-Plumbon-Kanci, Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Serpong-Pondok Aren, Tangerang-Merak, Ujung Pandang Tahap I dan II, Jakarta-Tangerang, Jakarta-Bogor-Ciawi, Padalarang-Cielunyi, Cikampek-Purwakarta-Padalarang.

Sebelumnya, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perubahan Rakyat (PUPR) mengatakan, ada 18 ruas tol yang tarifnya akan dinaikan, namun ketiga ruas tol seperti Semarang ABC, Jakarta Outer Ring Road (JORR) dan Pondok Aren-Ulujami baru saja terintegrasi, sehingga pada keputusan akhir penyesuaian tarif akan dilakukan di 15 ruas saja.

Sebagai informasi, Februari ini Jasa Marga berencana menyesuaikan tarif PT Jasa Marga Tbk (JSMR) resmi melakukan penyesuaian tarif untuk jalan tol Sudyatmo, Kapuk Muara Jakarta Utara. Aturan ini akan berlaku Kamis (14/2/2019) jam 00.00 WIB.

Baca juga: Para Taipan Berlomba-lomba Masuk Bisnis Jalan Tol

Golongan 1 naik menjadi Rp 7.500 dari sebelumnya Rp7.000, golongan II naik Rp 10.000 dari sebelumnya Rp 8.500. Sementara golongan III tarifnya tetap yakni Rp 10.000, adapun golongan IV mengalami penurunan tarif dari sebelumnya Rp 12.500 menjadi Rp 11.000, begitupun dengan golongan V dari sebelumnya Rp15.000 menjadi Rp 11.000.

Selain itu, penyesuaian tarif juga berlaku pada Gerbang tol Ruas Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Sudiyatmo yang terintegrasi seperti: Gerbang tol Kapuk (terintegrasi dengan Tarif Jalan Tol Dalam Kota Jakarta. Rinciannya adalah sebagai berikut, Golongan I naik menjadi Rp 17.000 dari sebelumnya Rp 16.500, Golongan II menjadi Rp 21.500 dari sebelumnya Rp 20.000 dan golongan III tetap yakni Rp 25.500

Sementara golongan IV dan V mengalami penurunan. Golongan IV menjadi Rp 30.000 dari sebelumnya Rp 31.500 dan golongan V menjadi Rp 34.000. Kenaikan tarif ini juga akan berimbas kepada gerbang tol Kamal 1 Integrasi dan Kamal 3 integrasi atau terintegrasi dengan tarif jalan tol JORR.

Analis Ciptadana Sekuritas Fahressi Fahalmesta mengatakan, rencana JSMR untuk menaikkan tarif jalan tol secara umum dapat menggerek pertumbuhan pendapatan perseroan ke depan. Pasalnya, golongan yang mengalami kenaikan tarif biasanya terjadi pada golongan I dan II, yang merupakan mayoritas pengguna jalan tol tersebut adalah masyarakat bukan logistik saja.

Sebagaimana diketahui, golongan I terdiri dari sedan, jip, pick up atau truk kecil, dan bus. Sedangkan golongan II terdiri dari truk dengan II gandar.

Langkah JSMR untuk menyesuaikan atau menaikkan tarif tol dianggapnya adalah langkah yang tepat untuk menaikkan kinerja perusahaan, pasalnya tidak ada hukum yang melarang dan telah diatur di dalam UU No. 38 tahun 2004.

"Jalan tol kan memang harus dinaikin 2 tahun sekali, ini akan menjadi katalis positif untuk Jasa Marga," sebutnya.

Namun menurut dia, penyesuaian tarif untuk tol Sudiyatmo tidak akan berdampak signifikan terhadap pendapatan JSMR sebab kontribusi tol Sudiyatmo terhadap total pendapatan JSMR tidak terlalu besar.

Dia mengatakan untuk jangka panjang JSMR masih sangat prospektif meski tahun ini mengeluarkan capex yang cukup besar.

"Saat ini memang ada capex cycle tapi nanti kalau tol-tol sudah mulai beroperasi dan traffic-nya mulai bagus ini akan terasa untuk Jasa Marga," katanya.

Sementara itu Analis Binaartha Sekuritas menilai, meski JSMR menaikkan tarif hal ini tidak menjadi sentimen negatif untuk perseroan karena setiap orang mau tidak mau membutuhkan jalan tol, tentu hal ini akan menggerek pertumbuhan pendapatan JSMR untuk beberapa tahun kedepan.

Berdasarkan perhitungan fundamental yang dilakukan oleh Tim Riset Binaartha Sekuritas, Nafan menyebutkan pendapatan JSMR pada 2018 dapat meningkat 13,7 persen secara year on year (yoy) dan pendapatan tahun 2019 dapt meningkat 9 persen secara (yoy). (Auriga Agustina)

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Kinerja Jasa Marga diprediksi akan moncer setelah menaikkan tarif 15 ruas tol

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini https://ekonomi.kompas.com/read/2019/02/12/070700626/bakal-naikkan-tarif-15-ruas-tol-bagaimana-rekomendasi-saham-jasa-marga-

Daftar Tarif Tol yang Bakal Naik di 2019 - detikFinance

Jakarta - Sejumlah ruas tol bakal mengalami penyesuaian alias kenaikan tarif tahun ini. Penyesuaian tersebut akan mengikuti jejak Tol Sedyatmo atau Tol Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) yang bakal melakuannya terlebih dulu pada 14 Februari mendatang.

Penyesuaian tarif dilakukan 2 tahun sejalan dengan laju inflasi. Penyesuaian dapat dilakukan jika memenuhi standar pelayanan minimum (SPM).

Lalu, tol mana saya tarifnya bakal naik di tahun 2019? Sejalan dengan itu, adakah tol baru yang bakal beroperasi tahun ini?

Simak berita selengkapnya seperti dirangkum detikFinance:

(ang/ang)

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini https://finance.detik.com/infrastruktur/d-4424048/daftar-tarif-tol-yang-bakal-naik-di-2019

Harga Premium Bisa Turun Lagi, Ini Syaratnya - detikFinance

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru saja mengumumkan formula baru perhitungan harga jual bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium.

PT Pertamina (Persero) kini menjual jenis bahan bakar khusus penugasan (JBKP) alias Premium seharga Rp 6.450 per liter baik di Jawa, Madura, Bali (Jamali), dan di luar Jamali.

Awalnya, harga di Jamali Rp 6.550 per liter atau turun Rp 100 per liter. Sedangkan di luar Jamali tetap Rp 6.450 per liter.

Dengan formula baru, penurunan harga BBM jenis Premium pun masih bisa terjadi. Namun, ada syaratnya. Apa saja syaratnya? Simak selengkapnya di sini: (hek/ang)

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini https://finance.detik.com/energi/d-4424014/harga-premium-bisa-turun-lagi-ini-syaratnya

Luhut Sebut Harga BBM Turun Nggak Ada Kaitan Politik - detikFinance

Jakarta - Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) turun jelang Pilpres 2019. Premium di Jamali yang sebelumnya Rp 6.550/liter turun Rp 100 menjadi Rp 6.450/liter.

Menurut Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan kebijakan ini tak ada kaitannya dengan politik. Apabila ada yang mengkaitkan dengan politik, menurut Luhut, itu artinya ngarang.


"Nggak ada urusannya politik, politik, ngarang saja dia. Kalau kita bikin bagus ribut," ujar Luhut usai menghadiri acara Wealth on Wealth 2019 yang diselenggarakan Standard Chartered di Jakarta, Senin (11/2/2019).
Luhut tak ingin harga premium yang turun ini menjadi bahan gorengan politik. Pasalnya menurutnya memang tidak ada kepentingan politik di dalamnya.

"Nggak (ada kepentingan politik) lah, ini semua digoreng-goreng," kata Luhut.


Menurutnya, turunnya harga BBM ini merupakan tanda yang bagus bagi perekonomian di Indonesia.

"Kan bagus, tandanya ekonomi kita semakin stabil dan semakin bagus," tambahnya. (hns/hns)

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini https://finance.detik.com/energi/d-4423966/luhut-sebut-harga-bbm-turun-nggak-ada-kaitan-politik