
Merdeka.com - Pada mudik tahun ini terdapat beberapa ruas jalan tol baru yang bisa digunakan memperlancar arus kendaraan. Namun, beberapa ruas memiliki kontur tanjakan yang cukup curam, seperti ruas Salatiga Kartasura, persisnya di lokasi pembangunan jembatan Kali Kenteng. Hal ini mengakibatkan kemacetan lalu lintas, sebab banyak kendaraan yang mengalami mesin mati seperti yang banyak dibagikan lewat media sosial.
BERITA TERKAIT
Menyaksikan kondisi tersebut, Rifat Sungkar, pereli nasional sekaligus Direktur Rifat Drive Labs (RDL), mengungkapkan kejadian seperti ini bisa terjadi akibat kurangnya pemahaman teknik mengemudi ketika melewati tanjakan. Ditambah kapasitas barang bawaan yang melebihi standar keamanan mobil tersebut.
Kejadian ini sering terjadi pada arus mudik. Sebagai pemudik, kita harus paham bagaimana cara mengantisipasi jalan tanjakan dengan kapasitas barang bawaan berat, apalagi menggunakan mobil bertransmisi manual, kata Rifat pada Merdeka.com, Senin (11/6).
Menurut Rifat, untuk mobil manual, hal utama dan terpenting adalah penempatan gigi yang tepat. Hanya ada satu pilihan mutlak saat melewati tanjakan, yaitu tuas transmisi ditempatkan pada gigi satu.
Orang banyak berbuat kesalahan yang membuat mobil jadi mundur di tanjakan, karena mereka menganggap bisa dan mudah untuk beradu cepat ketika melepaskan pedal rem, mengangkat kopling, dan injak gas. Tidak ada sinkronisasi baik ketika melakukan hal-hal tersebut, ujarnya.
Teknik tersebut banyak risikonya, karena semakin berat kendaraan maka semakin sulit menentukan titik angkut RPM yang tepat untuk membuat kendaraan bisa melaju. Di sisi lain, untuk bisa mendapatkan irama yang tepat saat melewati tanjakan, dibutuhkan jam terbang tinggi. Namun masalahnya, orang tidak banyak berlatih untuk hal tersebut.
Satu hal penting yang perlu dimaksimalkan oleh para pengemudi adalah memanfaatkan peranti standar atau alat bantu yang membuat pekerjaan untuk melewati tanjakan menjadi jauh lebih mudah. Peranti tersebut adalah rem tangan.
Di tanjakan, tidak usah malu atau gengsi menarik rem tangan. Manfaatkan rem tangan semaksimal mungkin karena fungsi rem tangan sejatinya adalah untuk mempermudah Anda dalam berkendara. Ketika mobil terpaksa berhenti di tanjakan, tarik rem tangan saat itu juga!
Dengan demikian, satu masalah terpecahkan ketika Anda menarik rem tangan dan meletakkan tuas persneling pada gigi netral. Langkah berikutnya, ketika mobil sudah siap melaju.
Langkahnya sebagai berikut, rem tangan biarkan memainkan perannya. Injak pedal kopling, masukkan gigi satu, dan injak gas. Angkat kopling sedikit untuk membuat mobil ini terasa menghentak. Dengan menambah daya injak pedal gas, rasakan terlebih dahulu tenaga mobil yang semakin besar dan semakin menghentak, sembari mengangkat pedal kopling secara perlahan.
"Dalam keadaan seperti itulah rem tangan siap dilepas dan mobil akan melaju, kata dia.
Kesalahan di tanjakan
Menurut Rifat, kesalahan mutlak yang sering terjadi saat di tanjakan adalah tidak mengikutsertakan rem tangan sebagai bantuan. Beradu nasib dengan cara langsung angkat kopling, angkat pedal rem, dan langsung menginjak injak gas sekencang-kencangnya, dapat membuat mesin mobil malah mati dan berkompeten membahayakan pengendara di belakang Anda.
Sebenarnya banyak mobil baru yang semakin canggih karena punya satu fitur bernama hill start assist. Fitur ini berfungsi untuk mempertahankan posisi mobil pada satu titik berhenti dan menghindari mobil mundur pada saat di tanjakan.
Pada akhirnya, apa pun kendaraannya, secanggih apa pun teknologinya, sebagai pengendara, kita harus mempunyai feeling dan irama yang kuat supaya proses berkendara terasa aman dan saat mudik berlangsung tidak ada perasaan panik saat melalui tanjakan, pungkas Rifat. [sya]
Baca Di sini https://www.merdeka.com/otomotif/cara-taklukkan-tanjakan-jembatan-kali-kenteng-jangan-malu-gunakan-piranti-ini.html
No comments:
Post a Comment