
Hal itu sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KP. 974 tanggal 26 Juni 2018.
Salah satu alasan penyempurnaan nama adalah seiring dengan mulai beroperasinya terminal baru.
Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi, mengatakan penyempurnaan nama juga bentuk perseroan mengenang dan menghargai jasa pahlawan.
"Penyempurnaan nama bandara kebanggaan masyarakat Ibukota Jawa Tengah ini merupakan salah satu komitmen Angkasa Pura I untuk mengenang dan menghargai jasa-jasa pahlawan, khususnya Jenderal Ahmad Yani sebagai Pahlawan Revolusi yang memang berasal dari Jawa Tengah," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi, melalui siaran pers hari ini, Kamis (6/9/2018).
Adapun, lanjut dia, pihaknya juga telah berkonsultasi dengan Plt. Gubernur Jawa Tengah.
"Kami akan memastikan penyempurnaan nama bandara ini akan tersampaikan dengan baik kepada seluruh pihak, sehingga tidak ada kekeliruan baik dalam hal penyebutan maupun dalam hal administrasi lainnya di masa mendatang," tegas Faik.
Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mulanya bernama Pelabuhan Udara Kalibanteng, yang digunakan sebagai pangkalan udara TNI Angkatan Darat.
Pada 7 Juni 2018 lalu, Presiden RI Joko Widodo meresmikan pengoperasian terminal baru Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani.
Pengembangan bandara yang menelan investasi lebih dari Rp 2 triliun ini untuk mengatasi keterbatasan daya tampung terminal di mana harus melayani 4,4 juta penumpang, namun kapasitas hanya 800 ribu penumpang per tahun.
Menyusul beroperasinya terminal baru, kapasitas bandara kini mencapai 6,9 juta penumpang. (ray/ray)
Baca Di sini https://www.cnbcindonesia.com/news/20180906191118-4-32115/jenderal-ahmad-yani-nama-baru-bandara-di-semarang
No comments:
Post a Comment