Monday, November 19, 2018

Nissan Beberkan Tuduhan Pidana Bosnya Sendiri

Yokohama - Nissan Motor Co. melaporkan bosnya sendiri Carlos Ghosn kepada Kantor Kejaksaan di Tokyo dengan tiga tuduhan pidana, yang membuat chairman perusahaan itu ditangkap, Senin (19/11).

Dalam jumpa pers hari yang sama, CEO Nissan Hiroto Saikawa mengatakan dugaan pelanggaran yang dilakukan Ghosn antara lain: melaporkan pendapatan yang lebih rendah dari yang sebenarnya kepada otoritas keuangan; memanfaatkan dana investasi perusahaan untuk kepentingan pribadi; dan menggunakan pengeluaran perusahaan secara ilegal.

"Ini adalah jenis perbuatan yang tidak bisa ditoleransi oleh perusahaan. Ini merupakan pelanggaran yang serius," kata Saikawa.

Karena penyidikan masih berlangsung, Saikawa mengatakan dia tidak bisa merinci lebih jauh.

Ghosn sudah bersama Nissan selama 19 tahun dan baru saja menandatangani kontrak untuk menjabat hingga 2022. Kompensasi yang dia terima sangat tinggi menurut standar Jepang dan sudah menjadi sumber kontroversi dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut NHK dan Kantor Berita Kyodo, Nissan membayar Ghosn hampir 10 miliar yen (Rp 1,3 triliun) selama lima tahun sejak Maret 2015, termasuk gaji dan tunjangan lain, tetapi dia hanya melaporkan sekitar separuh dari angka itu.

Nissan mengatakan bahwa Ghosn, 64, dan eksekutif senior lainnya, Greg Kelly, dituduh melakukan pelanggaran bernilai jutaan dolar yang diketahui setelah penyelidikan internal selama berbulan-bulan berdasarkan laporan seorang whistleblower. Kelly juga sudah ditangkap.

Perusahaan yang bermarkas di Yokohama itu berjanji untuk kooperatif dengan kejaksaan dalam mengusut kasus mereka berdua.

Saikawa mengatakan Ghosn ditahan setelah diinterogasi oleh jaksa begitu tiba di Jepang hari Senin. Ghosn berdarah campuran Prancis, Brasil, dan Lebanon dan berdomisili di Jepang dan Prancis.

Menurut Saikawa, Nissan akan menggelar pertemuan hari Kamis (22/11) untuk secara resmi memecat Ghosn.

Menyusul kasus ini, dia berjanji untuk memperketat pengawasan internal, dan mengatakan bahwa kasus tersebut terjadi karena kekuasaan yang terlalu besar terkonsentrasi pada satu orang saja.

Baca juga: Mengenal Ghosn, Legenda Industri Mobil yang Ditangkap

Ghosn secara resmi masih memimpin sebagai CEO dan chairman aliansi strategis Renault-Nissan-Mitsubishi, yang tahun lalu menjual lebih dari 10 juta mobil dan menjadikan aliansi itu sebagai penjual mobil terbesar di dunia.

Tiga perusahaan anggota aliansi saling berbagi saham. Renault menguasai 43 persen saham Nissan. Nissan memiliki 15 persen saham Renault dan 34 persen saham Mitsubishi.

Buntut dari skandal ini, harga saham Renault SA anjlok lebih dari 8 persen di Prancis. Ketika berita penangkapan tersebut beredar, pasar saham di Jepang sudah tutup.

Tuduhan yang dihadapi Ghosn menjadi pukulan telak berikutnya bagi Nissan, yang masih berjuang memulihkan nama baik setelah perusahaan itu mengakui mengubah hasil uji emisi dan uji efisiensi BBM pada mobil yang dijual di Jepang.

Skandal ini terjadi karena kekuasaan yang terlalu besar terkonsentrasi pada satu orang saja.

Ghosn dulu dipuji karena mampu membalikkan keadaan di Nissan, dari perusahaan yang nyaris bangkrut menjadi penghasil laba dengan cara memecat ribuan orang dan menutup sejumlah pabrik. Dia dianggap sebagai pahlawan di Jepang, di mana CEO warga asing adalah kasus yang sangat jarang.

Namanya juga melegenda di Prancis, di mana dia juga mampu membangkitkan Renault dan menjadikannya sebagai pemain global. Tetapi dia adalah musuh bagi serikat pekerja dan politisi sayap kiri Prancis, yang memandangnya sebagai simbol kapitalisme yang berlebihan, terutama terkait gaji.

Pada 2016, para pemegang saham Renault menentang paket gaji Ghosn karena dinilai terlalu murah hati, tetapi dewan direksi mengabaikan suara itu.

Hal tersebut membuat marah Presiden Prancis ketika itu, Francois Hollande. Pemerintahan sosialis Hollande menerapkan batasan gaji eksekutif di BUMN, dan berusaha melakukan hal serupa pada perusahaan swasta. Namun akhirnya, pemerintah membatalkan niatnya karena khawatir akan membuat resah investor asing.

Baca juga: Carlos Ghosn Ditangkap, ini Tanggapan Mitsubishi

Sumber: Japan Today, AP

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini http://www.beritasatu.com/asia/523299-nissan-beberkan-tuduhan-pidana-bosnya-sendiri.html

No comments:

Post a Comment