Friday, February 1, 2019

Mau Beli Surat Utang Syariah Pemerintah? Begini Caranya - detikFinance

Jakarta - Kementerian Keuangan hari ini resmi meluncurkan Sukuk Tabungan ST-003 dengan bunga imbalan minimal sebesar 8,15% per tahun. Sukuk tabungan ini bisa dibeli dengan nominal mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3 miliar.

Bagaimana cara belinya?

Pemesanan bisa dilakukan lewat online. Informasi lebih lanjut dapat mengakses web Sukuk Tabungan di www.kemenkeu.go.id/sukuktabungan atau menghubungi 13 mitra distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara online.

"Ini sangat mudah, sejak tahun kemarin kita manfaatkan platform online, sebelumnya harus datang ke bank. Sekarang kita lepas melalui platform online, di mana pun bisa lakukan pembelian," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman di Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Pembelian bisa dilakukan Bank Syariah Mandiri, Bank BRISyariah, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Central Asia (BCA), dan Bank Permata.

"Kita tawarkan dari 1 sampai 20 Februari, kalau di kamar mau beli, langsung saja pakai handphone, gunakan mbanking, sangat mudah," jelasnya.

Pembelian juga bisa dilakukan lewat perusahaan efek, yaitu Trimegah Sekuritas Indonesia, serta perusahaan efek khusus, yaitu Bareksa Portal Investasi, Star Mercato Capitale (Tanamduit).

Kemudian pembelian juga dilayani lewat perusahaan financial technology (fintech), yaitu Investree Radhika Jaya, dan Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku). (dna/dna)

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini https://finance.detik.com/moneter/d-4410332/mau-beli-surat-utang-syariah-pemerintah-begini-caranya

Alasan Honda Tak Jual PCX Listrik ke Konsumen Umum - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Astra Honda Motor (AHM) mengambil skema bisnis untuk Honda PCX Electric berupa penyewaan kepada perusahaan. Alhasil, konsumen umum tidak bisa membeli skuter berteknologi listrik murni itu seperti motor pada umumnya.

Alasannya, AHM ingin melihat dulu bagaimana gaya penggunaan, jarak tempuh, hingga kepemilikan PCX listrik yang akan digunakan oleh para perusahaan nanti.

"Setelah itu baru akan kita kaji lagi bersama, karena ini juga masih tahap awal dan masih bisa dikembangkan lagi semuanya," ujar Direktur Pemasaran PT AHM Thomas Wijaya di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (31/1/2019).

Mengenai target kapan bisa dibeli oleh masyarakat luas, Thomas belum bisa menjawab. Alasan dia, tergantung nanti dari hasil evaluasi dan juga kebijakan dari pemerintah soal kendaraan listrik.

Baca juga: Kandungan Lokal PCX Listrik Masih Minim

"Karena sudah pasti menyangkut soal harga, dan juga banyak hal lain yang harus kita kaji lagi dalam beberapa tahun ke depan," ucap Thomas.

Bicara harga, dia juga tidak memiliki bayangan karena tahap awal ini secara hitungan bisnis masih disesuaikan dengan skema sewa, belum menyeluruh.

"Untuk itu kami belum bisa memperkirakan juga berapa harganya. Masih butuh waktu lagi buat kami, oleh karena itu sekarang kami terapkan skema sewa dulu kepada perusahaan yang ingin menggunakan skuter ini sebagai motor operasional di lingkungan kantor dan sebagainya," ujar Thomas.


Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini https://otomotif.kompas.com/read/2019/02/01/124400915/alasan-honda-tak-jual-pcx-listrik-ke-konsumen-umum

Mobil Toyota yang Laris di Luar Negeri Bukan Avanza - VIVA - VIVA.co.id

VIVA – Produsen otomotif, Toyota menorehkan catatan positif selama 2018. Sepanjang tahun tersebut, pabrikan ini mengirim kendaraan utuh atau completely build up (CBU) menembus angka 206.600 unit, naik empat persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 199.600 unit, ke pasar global.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Warih Andang Tjahjono mengatakan, meski kondisi ekonomi dunia sedang kurang menguntungkan, tetapi kinerja ekspor kendaraan dari pabrikan tersebut dapat terjaga dengan baik. 

“Performa ekspor CBU Toyota tetap naik positif, di tengah situasi perang dagang dan proteksi di beberapa negara," kata Warih dalam keterangan yang diterima VIVA di Jakarta, Jumat 1 Februari 2019.

Berdasarkan catatannya, Fortuner menjadi penyumbang terbesar ekspor CBU dengan angka 52.600 unit atau sekitar 25 persen dari total ekspor kendaraan utuh. Posisi kedua diduduki Avanza dengan total 35.300 unit. Kontributor ketiga yaitu Rush yang berhasil dikapalkan sebanyak 34.100 unit. 

Toyota Fortuner TRD Sportivo terbaru

Lihat Juga

Agya berhasil dikapalkan TMMIN sebanyak 31 ribu unit, Vios dengan angka 23.100 unit. Sementara model lainnya seperti Kijang Innova, Yaris, Sienta dan Town Ace juga berhasil menyumbang pasar ekspor CBU pabrikan yakni mencapai volume sebesar 30.500 unit. 

Selain dalam bentuk CBU, pada periode sama TMMIN juga mengirim kendaraan dalam bentuk terurai atau completely knock down (CKD) sebanyak 42.700 unit.

Ia menjelaskan, seluruh mobil CBU yang diekspor ke berbagai negara itu merupakan produksi lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri mencapai 75 sampai 94 persen.

"Sampai saat ini setidaknya sudah lebih dari 80 negara di Kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia dan Timur Tengah yang menjadi tujuan ekspor Toyota," ujarnya. (kwo)

Let's block ads! (Why?)

Baca Di sini https://www.viva.co.id/otomotif/mobil/1117196-mobil-toyota-yang-laris-di-luar-negeri-bukan-avanza